Jumat, 03 Juni 2016

Kasus Zaskia Gotik




Pedangdut Zaskia Gotik saat ini tengah menjadi sorotan publik. Itu lantaran dirinya diduga melakukan pelecehan terhadap lambang negara Republik Indonesia. Kejadian itu terjadi ketika tengah menjadi salah satu pengisi acara di salah satu stasiun televisi swasta, Saat diberi pertanyaan Denny Cagur mengenai tanggal berapa Hari Proklamasi Indonesia dan pertanyaan kedua soal lambang sila Kelima Pancasila, ia malah menghina lambang pancasila tersebut, tak lama setelah acara selesai, Zaskia Gotik langsung mendapat protes dari banyak netizen. Mereka merasa geram dengan tingkah Zaskia yang dianggap tak peka dengan kehormatan negara.
 

Pasalnya, larangan untuk menghina negara dan lambangnya telah diatur dalam Pasal 24 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Zaskia juga terancam dipenjara karena candaannya itu.
"Setiap orang dilarang: (a) mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara," bunyi Pasal 57 a  Pasal 68. "Dipidana dengan dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."
Sementara itu, Zaskia sudah membuka suaranya terkait kontroversi ini. ia mengaku keceplosan dan hanya bercanda saat menyebut lambang negara sebagai "Bebek Nungging" dan Hari Proklamasi jatuh pada 32 Agustus.  

Menurut saya ini adalah hal yang sangat tidak wajar untuk menjadi bahan candaan, karena seharusnya sebagai public figur bagi masyarakat yang melihatnya harus memberikan contoh yang baik, Ironisnya ia malah menghina lambang pancasila, ia harus diberikan hukuman agar ia sadar apa yang telah ia perbuat dan tidak akan melakukan hal tersebut lagi, karena perbuatannya itu sudah diluar batas kewajaran, dan perlu adanya pengetahuan dan wawasan tentang pancasila. 

sumber : http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00104886.html

Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian




A.    Pengertian Manusia dan Tanggung Jawab
·      Manusia
Manusia adalah mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah SWT. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya dengan perbedaan yang sangat besar karena adanya karunia Allah yang diberikan kepadanya yaitu akal, pemahaman dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis. Manusia bisa memilih antara perbuatan baik atau perbuatan yang buruk.  Manusia merupakan makhluk sosial karena manusia tidak bisa hidup sendiri melainkan manusia membutuhkan bantuan dari orang lain dalam kehidupannya. 

·      Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Tanggung jawab timbul karena telah diterima wewenang. Tanggung jawab juga membentuk hubungan tertentu antara pemberi wewenang dan penerima wewenang. Jadi tanggung jawab seimbang dengan wewenang.
Sedangkan menurut WJS. Poerwodarminto, tanggung jawab adalah sesuatu yang menjadi kewajiban (keharusan) untuk dilaksanakan, dibalas dan sebagainya.
Dengan demikian kalau terjadi sesuatu maka seseorang yang dibebani tanggung jawab wajib menanggung segala sesuatunya.
Sifat tanggung jawab adalah spesifik dan berbeda setiap orangnya seperti sikap tanggung jawab yang ditunjukkan seorang pelajar adalah belajar dengan sungguh-sungguh, sikap tanggung jawab yang ditunjukkan seorang pekerja adalah bekerja dengan giat, dan sikap tanggung jawab yang ditunjukkan oleh seorang makhluk adalah patuh terhadap penciptanya. Jika tanggung jawab telah dipenuhi maka seorang manusia bisa dikatakan seorang yang profesional. Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atas segala perbuatan dan akibatnya atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggung jawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu. Dengan demikian, tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain.
Jika dikaji, Tanggung jawab adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain.
   
B.    Hubungan Manusia dan Tanggung Jawab
Manusia dan Tanggung jawab tidak dapat dipisahkan. Tanggung jawab bersifat kodrati, sifat yang telah menjadi bagian atau telah mendasar dalam diri atau kehidupan manusia. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.

.    Pengabdian dan Pengorbanan

Wujud lain dari Tanggung jawab ialah berupa Pengabdian dan Pengorbanan. Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian. 

Contoh Kasus :
Seorang guru bernama Elizabeth Miranda rela menempuh perjalanan selama dua jam dan menyebrangi lima anak sungai hanya untuk menuju sekolah tempat ia mengajar.
Dilansir Elitereaders, Rabu (23/9/2015), guru cantik asal Filipina ini mengajar anak-anak di sebuah sekolah pedalaman Filipina tepatnya di desa Sitio Barogante yang memiliki medan yang sangat berat untuk menuju ke sana bahkan saat hujan medannya semakin berat.
Aliran sungai tempat Elizabeth biasa seberangi semakin deras sehingga tak jarang warga desa menjemputnya dengan pelampung renang.
Untuk menuju ke sana, Elizabeth mengaku berjalan kaki selama dua jam, rela basah-basahan, dan harus menyebrangi lima anak sungai hal itu dilakukannya demi anak didiknya yang sangat membutuhkan pendidikan.
Miranda mengaku ikhlas dengan semua pengorbanan yang ia lakukan agar anak-anak didiknya bisa mengenyam pendidikan yang layak dan mampu memberikan perubahan untuk masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.
Lebih lanjut Elizabeth mengatakan di sekolah tersebut hanya memiliki bangu dan gedung sekolah yang terbuat dari kayu, tidak ada pedingin, gadget, proyektor, dan fasilitas penunjang yang lain.
"Meskipun fasilitasnya banyak yang tidak tersedia, semua muridku senang dan menikmati pelajaran dan apapun yang aku lakukan untuk mereka hanyallah sebujah keinginan agar mereka bisa memberikan perubahan untuk keluarga dan masyarkat di desa,"ungkap Elizabeth.

Opini :
Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang benar – benar berjuang untuk negeri. Menjadi guru merupakan pengabdian yang tulus dan ikhlas demi kecintaan pada bangsa dan negara ini. Guru juga  mempunyai tanggung jawab tinggi.  Tanggung jawab guru yang terpenting adalah menuntun murid-muridnya melakukan kegiatan belajar untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan serta mengembangkan. Selain itu tanggung jawab seorang guru mengembangkan watak dan kepribadiaan siswa sehingga mereka memiliki kebiasaan, sikap dan cita – cita, bertindak atas dasar nilai – nilai moral yang ada. 
Menurut saya, yang dilakukan seorang guru di Philipina tersebut patut dicontoh dan dihargai, Begitu mulianya seorang guru tersebut karena pengabdiannya sebagai seorang guru tidak mengenal lelah dan rasa takut rela menyebrangi sungai yang arusnya deras, untuk mengajar di pelosok pedalaman yang ingin mengubah nasib anak-anak muridnya dengan memberikan sedikit ilmu agar mereka bisa membatu kedua orang tuanya dan mampu memberikan perubahan untuk masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.

Sumber : http://pekanbaru.tribunnews.com/2015/09/23/menuju-tempat-mengajar-guru-ini-rela-basah-seberangi-5-sungai



Komputasi Awan

Pengertian Komputasi Awan adalah suatu teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat pengelolaan data dan aplikasi, di mana pengguna...