Jumat, 15 April 2016

Cara menghadapi dilema dalam mengambil keputusan



Dilema adalah situasi sulit yg mengharuskan orang menentukan pilihan. Setiap orang pasti pernah mengalami dilema dalam mengambil keputusan.
Sayapun pernah mengalami dilema, saat itu setelah mendapatkan pengumuman hasil ujian masuk PTN melalui sbmptn dan snmptn dengan hasil gagal, saya menghadapi dilema yang cukup berat dalam menentukkan pilihan masuk perguruan tinggi swasta atau menunda setahun untuk mengikuti kembali sbmptn tahun depan, disaat itu saya sangat bingung dalam mengambil keputusan. Tetapi saya berfikir jika saya masuk PTS mungkin orangtua saya kecewa karena saya tidak bisa masuk universitas negeri, dan kemungkinan biaya masuk perguruan tinggi swasta pun mahal, Tapi jika saya menunda setahun buang-buang waktu dan belum tentu tahun depan masuk ke PTN yang sangat saya inginkan. Karena didalam mengambil keputusan tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan sebab keputusan saya saat ini akan mempengaruhi hidup saya di waktu yang akan datang dan harus berani bertanggung jawab untuk setiap hasil yang nanti saya dapatkan.
Dan cara saya dalam menghadapi dilema dalam mengambil keputusan sesuai dengan pengalaman saya tersebut ialah konsultasi dengan orang tua, tidak overthinking, berdoa dan berzikir, memberikan waktu luang sendiri untuk berfikir dengan jernih, harus mengetahui resiko-resiko yang nantinya didapatkan setelah mengambil keputusan tersebut, jangan terlalu lama berfikir karena bisa menyianyiakan waktu dan serahkan semua keputusan akhir masalah pada Allah swt harus berpikir positif karena hasil yang telah diputuskan adalah hasil yang terbaik terus melangkah ke depan dengan langkah pasti disertai kesabaran. yakinlah bahwa sedih tak selalu berarti buruk, dan senang tak selalu berarti baik, Semua tergantung Allah menghendaki akhir masalah kita seperti apa. Berdoalah akan pertolongan-Nya, namun bila tidak juga menemukan bantuan Allah, janganlah memutuskan bahwa Allah swt tidak sayang makhluknya. Allah swt sangat menyayangi makhluknya, Oleh karena itu, yakinlah akan pertolongan-Nya. Dia selalu memberi bantuan pada kita asal kita terus berusaha dengan baik, positif thinking, dan terus berdoa.

Manusia dan Keadilan



Curi Minyak Kayu Putih Di Alfamart, Nenek Ini Diminta Bayar Rp15 Juta

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Sungguh malang perjalanan hidup nenek Hasnah (69). Ketulusannya merawat cucu dari lahir hingga usia 3 tahun harus berujung memilukan. Hasnah kedapatan nyolong di mini market Alfamart Jalan Kartini, Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (15/10/2015) siang. Himpitan ekonomi memaksa nenek malang ini nekat lakukan aksi kriminalitas. Sebotol minyak kayu putih pun kemungkinan membawanya ke hotel prodeo. Ironisnya, pihak Alfamart meminta Nenek Hasnah membayar denda Rp15 juta. Aturan kantor jadi alasan pihak mini market berjaringan ini meminta uang sebanyak itu. Malang tak dapat ditolak. Kini nenek Hasnah hanya bisa pasrah. Sebab, bagaimana mungkin nenek malang ini mampu membayar Rp15 juta, jika sebotol kecil minyak kayu putih pun tak sanggup ia beli?

HASNAH sebatang kara merawat cucunya. Sejak lahir anak dan menantunya memilih pergi meninggalkan Hasnah bersama bayi yang baru dilahirkan. Bermodal hanya kasih sayang, Sang Nenek merawat cucunya. Meski ia sadar, nantinya akan terseok-seok lantaran tak punya pekerjaan. Kian hari kebutuhan sang cucu kian banyak. Hasnah mulai kehabisan akal. Langkah melawan hukum pun terpaksa ia tempuh. Mencuri jadi pilihan terakhirnya. Meski hanya untuk sebotol minyak kayu putih yang diniatkannya untuk menghangatkan tubuh sang cucu. Saat mencuri itulah aksi sang nenek ketahuan penjaga toko. Denda beratus kali lipat pun dibebankan ke pundaknya. Hasnah diminta membayar Rp15 juta rupiah ke pihak Alfamart.

Opini

Menurut saya kasus pencurian kayu putih oleh nenek minah terkesan berlebihan dalam pemberian hukuman atas tindakan pencurian tersebut. Hal ini didasarkan atas, jika kita bandingkan dengan banyaknya tindakan kriminal lainnya, bahkan yang lebih berat terkadang mendapat hukaman yang ringan. Tidak perlu menutup mata karena kenyataan itu ada di depan mata kita. Aparat negeri ini terkesan lebih suka menjepit rakyat kecil yang sudah biasa menjerit karena ketidakadilan di negeri ini. Mereka terkesan lebih senang membela pejabat dengan kekayaan berlipat, dibandingkan rakyat kecil yang biasa hidup melarat. Oleh karena itu sebaiknya aparat lebih dapat menjungjung tinggi keadilan, karena tujuan dari keadilan adalah baik pihak yang berstatus apapun mendapat perlakuan yang adil. Dan  tujuan keadilan dari pemberian hukuman adalah memberi efek jera, oleh karena itu menurut saya kasus nenek minah tidak perlu diberikan hukuman berat hingga harus membayar 15 juta, karena hal itu dapat menimbulkan stress yang akan menggangu kehidupan nenek.

sumber
http://rakyatku.com/2015/10/15/headline/curi-minyak-kayu-putih-di-alfamart-nenek-ini-diminta-bayar-rp15-juta.html




Komputasi Awan

Pengertian Komputasi Awan adalah suatu teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat pengelolaan data dan aplikasi, di mana pengguna...