Disini saya akan menceritakan pengalaman saya saat gagal masuk perguruan tinggi negeri. Saat itu guru bimbingan konseling saya saat SMA selalu memberikan info tentang SNMPTN. Saya sangat bingung dalam menentukan jurusan dan universitas negeri yang cocok dengan saya. Orangtua sangat menginginkan saya untuk masuk IPB karena IPB termasuk perguruan tinggi negeri favorit, saya pun tertarik dan langsung mencari-cari info tentang jurusan-jurusan yang ada di IPB, kemudian sayapun memilih jurusan biologi dan agronomi hortikultura IPB, karena saya sangat menyukai mata pelajaran Biologi. Jurusan tersebut banyak peminatnya, sayapun tidak patah semangat karena ingin mencoba dulu.Tetapi saat itu saya tidak terlalu berharap banyak masuk IPB lewat jalur SNMPTN karena mengetahui bahwa jalur tersebut sulit dan pesaingnya banyak, dan kemungkinan diterima di sekolah saya pun sedikit,
Saat pengumuman SNMPTN pun tiba ternyata saya gagal masuk IPB. Lumayan sedih, tetapi saya tidak pantang menyerah karena jalur lain pun masih bisa diikuti. Saya pun mengikuti jalur SBMPTN test tertulis. Saya pun tetep memilih IPB, karena orangtua sangat mengharapkan saya untuk diterima di IPB. Jelang sbmptn dan ujian nasional saya mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah, karena mengikuti bimbel disekolah tidak cukup.
Karena masih bingung dengan pilihan saya, sayapun konsultasi ke guru BP yang ada di tempat bimbingan belajar, guru BP menyarankan saya untuk tidak hanya memilih IPB karena peluang masuknya sedikit, persaingannya cukup ketat, Peminat ipb nya pun luar biasa banyaknya, dan saya tetap keras kepala hanya memilih jurusan yang saya mau yaitu biologi dan agronomi hortikultura yang ada di IPB.
Test SBMPTN pun tiba, soalnya pun sulit dan sayapun hanya bisa mengerjakan soal sedikit. Saya pun terus berdoa agar diterima masuk IPB. Pengumuman SBMPTN pun tiba, saya sangat tegang dan tidak mampu untuk melihat hasil pengumuman tersebut karena takut hasilnya sama seperti snmptn, ternyata hasilnya pun gagal, sungguh saya sangat sedih dan tak kuasa menahan tangis merasa kecewa pada diri sendiri dan mungkin orangtua sayapun kecewa dengan saya tidak dapat masuk IPB, tetapi Orang tua saya sangat mengerti dan menenangkan saya, lalu menyarankan saya untuk mengikuti ujian mandiri IPB. Saya pun tidak terlalu percaya diri mengikuti test tersebut, karena sudah gagal dua kali, peluang diterimanya pun sangatlah sedikit, tidak sebanding dengan peminatnya. Dari ribuan orang dan yang terpilih hanya belasan orang. Hal ini membuat saya pasrah dengan hasil yang didapatkan nanti. Saat pengumuman tiba. Ternyata hasilnya pun gagal, gagal untuk yang ketiga kalinya. saya pun sangat sedih dan bingung melanjutkan kuliah dimana, menyesal karena terlalu tertuju pada satu universitas saja.
Karena saya tidak mau menunda satu tahun untuk mengikuti SBMPTN tahun depan. Saya memilih perguruan tinggi swasta, orangtua mengizinkan saya untuk masuk perguruan tinggi swasta. Kaka saya pun menyarankan saya untuk mencoba Universitas Gunadarma karena katanya Universitas Gunadarma bagus, lalu saya mencari-cari info tentang jurusan yang ada di Gunadarma. karena gunadarma terkenal dengan jurusan Teknik Informatika-nya Saya pun memilih jurusan tersebut, sangat berbeda dengan apa yang saya harapkan jurusan biologi menjadi teknik informatika yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan jurusan yang saya mau. Tidak apa-apa dengan jurusan yang saya pilih sekarang, saya ingin mencoba hal baru, dan semoga ini adalah pilihan terbaik.
Sabtu, 26 Maret 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Komputasi Awan
Pengertian Komputasi Awan adalah suatu teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat pengelolaan data dan aplikasi, di mana pengguna...
-
Tugas 2 1. Struktur Web termasuk Berbagai Jenis Web a. Link Structure Link adalah susunan teks yang menunjuk kepada suat...
-
Perkembangan game saat ini tidak lepas dari kecerdasan buatan (artificiall intelligence). Kecerdasan buatan merupakan salah satu bagian ...
-
Dilema adalah situasi sulit yg mengharuskan orang menentukan pilihan. Setiap orang pasti pernah mengalami dilema dalam mengambil keputusa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar